Cari Blog Ini

Senin, 02 April 2012

makalah personal hygiene-Kebutuhan Dasar Manusia II


Makalah Personal Hygiene
oleh : Resna Agustina Herlina


KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia II



Oleh:
1.      VERA MUSTIKA
2.      RESNA AGUSTINA HERLINA
3.      SANTI HERMAWATI
4.      WITA FATIMAH
5.      RIZKI FAUZI
6.      TAUFAN IHSAN YANUAR
7.      RIYAN HENDRIYANA
8.      UKAR KAR’ANUDIN
KELAS I B

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS GALUH
CIAMIS
2012



 
 


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah “PERSONAL HYGIENE” .Salawat berserta salam kami sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,baik secara langsung maupun tidak langsung .
Kami juga menyadari bahwa tugas  makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi, maupun dari segi penulisan, untuk itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tugas makalah ini.






Ciamis, Maret 2012


Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
..... A.    Latar Belakang....................................................................................... 1
..... B.     Rumusan Masalah ................................................................................ 1
..... C. Tujuan.................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 2
..... A.    Pengertian.............................................................................................. 2
..... B.     Macam-Macam Personal Hygiene........................................................ 2
..... C.    Tujuan Personal Hygiene...................................................................... 2
..... D.     Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebersihan Diri......................... 3
.....
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN......................................................... 6
..... A.    Pengkajian............................................................................................. 6      
..... B.     Diagnosa Keperawatan.......................................................................... 8
C.  Intervensi Keperawata…….................................................................. 11

BAB IV PENUTUP..................................................................................... 12
..... A.    Kesimpulan........................................................................................... 12
..... B.     Saran..................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 13



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.

         Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.

B.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana pentingnya dan peranan Personal Hygiene?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui tentang Personal Hygiene.
2.      Untuk mengetahui peranan dari Personal Hygiene.
3.      Untuk mengetahui pentingnya Personal Hygiene.











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis(Taarwoto dan Wartonah,2006).
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatan, klient dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri (Depkes 2000). Deficit keperawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri(mandi,berhias,makan,toileting) (Nurjanah,2004).
B. Macam-Macam Personal Hygiene
   1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telingga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan

C. Tujuan Personal Hygiene
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri
a). Tujuan perawatan personal hygiene adalah:
1.  Menghilangkan minyak yang menumpuk , keringat , sel-sel kulit yang mati dan bakteri
2.  Menghilangkan bau badan yang berlebihan
3.  Memelihara integritas permukaan kulit
4.  Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah
5.  Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien
6.  Memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit klien.
7.  Meningkatkan percaya diri seseorang
8.  Menciptakan keindahan
9.  Meningkatkan derajat kesehatan sesorang

b). Prinsip dalam melakukan perawatan personal hygiene adalah:
1.  Gunakan komunikasi terapeutik selama perawatan hygiene
2.  Selama dalam perawatan hygiene,Perawat dapat melakukan tindakan keperawatan yang lain, misalkan latihan gerak

D.    Faktor – faktor yang mempengaruhi kebersihan diri

1.      Body Image
Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Jika seorang klien rapi sekali maka perawat mempertimbaagkan rincian kerapian ketika merencanakan keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan tentang bagaimana memberikan peraatan hygienis. Karena citra tubuh klien dapat berubah akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene.

2.      Praktik social.
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi perawatan kebersihan.

3.       Status sosio-ekonomi
Sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Perawat hrus menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodorant, sampo, pasta gigi dan kometik. Perawat juga harus menentukan jika penggunaan produk-produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan oleh kelompok social klien.

4.      Pengetahuan
Pengtahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara perawatan-diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau kondisi mendorong klien untuk meningkatkan hygiene. Pembelajaran praktik tertentu yang diharapkan dan menguntungkan dalam mngurangi resiko kesehatan dapat memotifasi seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu.

5.      Variable kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa, bagaimanapun, hal ini biasa untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.

6.      Pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur, dan melakukan perawatan rambut . klien memilih produk yang berbeda (mis. Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut pilihan pribadi.

7.      Kondisi fisik.
Orang yang menderita penyakit tertentu (mis. Kanker tahap lanjut) atau menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk melakukan hygiene pribadi.

                  Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.

1. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.

     Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene
1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.

2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.



BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A.    Pengkajian
1.      Riwayat Keperawatan
a).  Pola kebersihan tubuh
b). Perlengkapan personal hygiene
c). Factor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
a). Rambut
1.      Keadaan kesuburan rambut
2.      Keadaan rambut yang mudah rontok
3.      Keadaan rambut yang kusam
4.      Keadaan tekstur
b). Kepala
1.      Botak atau alopesia
2.      Ketombe
3.      Berkutu
4.      Adakah eritema
5.      Kebersihan
c). Mata
1.      Apakah sclera ikterik
2.      Apakah konjungtiva pucat
3.      Kebersihan mata
4.      Apakah gatal atau merah
d). Hidung
1.      Adakah pilek
2.      Adakah alergi
3.      Adakah perdarahan
4.      Adakah perubahan penciuman
5.      Kebersihan hidung
6.      Keadaan membrane mukosa
7.      Adakah septum deviasi
e). Mulut
1.      Keadaan mukosa mulut
2.      Kelembapan
3.      Adanya lesi
4.      Kebersihan

f). Gigi
1.      Adakah karang gigi
2.      Adakah karies
3.      Kelengkapan gigi
4.      Pertumbuhan
5.      Kebersihan
g). Telinga
1.      Adakah kotoran
2.      Adakah lesi
3.      Bentuk telinga
4.      Adakah infeksi
h). Kulit
1.      Kebersihan
2.      Adakah lesi
3.      Keadaan turgor
4.      Warna kulit
5.      Suhu
6.      Tekstur
7.      Pertumbuhan bulu
i). Kuku tangan dan tangan
1.      Bentuk
2.      Warna
3.      Adanya lesi
4.      Pertumbuhan
j). Genetalia
1.      Kebersihan
2.      Pertumbuhan rambut pubis
3.      Keadaan kulit
4.      Keadaan lubang uretra
5.      Keadaan skrotum,testis pada pria
6.      Cairan yang dikeluarkan
k). Tubuh secara umum
1.      Kebersihan
2.      Normal
3.      Keadaan postur




B.     Diagnosa Keperawatan
1.      Gangguan integritas kulit
Definisi: keadaan dimana kulit seseorang tidak utuh.
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Bagian tubuh yang tertekan
b). Imobilitasi
c). Terpapar zat kimia

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Kerusakan jaringan kulit
b). Gangrene
c). Dekubitus
d). Kelemahan fisik

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada:
a). Stoke
b). Fraktur femur
c). Koma
d). Trauma medulla spinalis

Tujuan yang diharapkan
a). Pola kebersihan diri pasien normal
b). Keadaan kulit, rambut kepala bersih
c). Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri


2.      Gangguan membrane mukosa mulut
Definisi: kondisi dimana mukosa mulut pasien mengalami luka
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Trauma oral
b). Pembatasan intak cairan
c). Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Iritasi atau luka pada mukosa mulut
b). Peradangan atau infeksi
c). Kesulitan dalam makan dan menelan
d). Keadaan mulut yang kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
a). Stoke
b). Stomatitis
c). Koma

Tujuan yang diharapkan
a). Keadaan mukosa mulut,lidah dalam keadaan utuh, warna merah muda
b). Inflamasi tidak terjadi
c). Klient mengatakan rasa nyaman
d). Keadaan mulut bersih


3.      Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri
Definisi: kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya.
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Kelelahan fisik
b). Penurunan kesadaran

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Badan kotor dan berbau
b). Rambut kotor
c). Kuku panjang dan kotor
d). Bau mulut dan kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
a). Stroke
b). Fraktur
c). Koma

Tujuan yang diharapkan
a). Kebersihan diri sesuai pola
b). Keadaan badan,mulut,dan kuku bersih
c). Pasien merasa nyaman



C.    Intervensi Keperawatan
1.      Personal Hygiene Pasien
a). Kaji kembali pola kebutuhan personal hygiene pasien
b).Kaji keadaan luka pasien
c). Jaga kulit agar tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasient mandi.
d). Jaga kebersihan tempat tidur,selimut bersih, dan kencang
e). Lakukan perawatan luka dengan teknik steril sesuai program
f). Observasi tanda – tanda infeksi
g). Lakukan pijat pada kulit dan lakukan perubahan posisi setiap 2 jam

2.      Kebersihan mulut
a). Kaji kembali kebersihan mulut
b). Lakukan kebersihan mulut sesudah makan dan sebelum tidur
c). Gunakan sikat gigi yang lembut
d). Gunakan larutan garam atau baking soda dan kemudian bilas dengan air bersih
e). Lakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut
f). Laksanakan program terapi medis

3.      Keseluruhan
a). Kaji kembali pola kebersihan diri.
b). Bantu klient dalam kebersihan badan,mulut,rambut dan kuku
c). Lakukan pendidikan kesehatan:
1. Pentingnya kebersihan diri
2. Keadaan badan,mulut,rambut dan kuku bersih
3. Cara kebersihan





BAB IV
PENUTUP



A.     Kesimpulan
           Kebersihan dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Personal Hygiene yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

B.      Saran
            Makalah ini mebahas tentang Personal Hygiene yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, di harapkan setelah membaca makalah ini untuk dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan derajat kesehatan sesorang.











DAFTAR PUSTAKA
























KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia II



Oleh:
1.      VERA MUSTIKA
2.      RESNA AGUSTINA HERLINA
3.      SANTI HERMAWATI
4.      WITA FATIMAH
5.      RIZKI FAUZI
6.      TAUFAN IHSAN YANUAR
7.      RIYAN HENDRIYANA
8.      UKAR KAR’ANUDIN
KELAS I B

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS GALUH
CIAMIS
2012



 
 


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah “PERSONAL HYGIENE” .Salawat berserta salam kami sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,baik secara langsung maupun tidak langsung .
Kami juga menyadari bahwa tugas  makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi, maupun dari segi penulisan, untuk itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tugas makalah ini.






Ciamis, Maret 2012


Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
..... A.    Latar Belakang....................................................................................... 1
..... B.     Rumusan Masalah ................................................................................ 1
..... C. Tujuan.................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 2
..... A.    Pengertian.............................................................................................. 2
..... B.     Macam-Macam Personal Hygiene........................................................ 2
..... C.    Tujuan Personal Hygiene...................................................................... 2
..... D.     Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebersihan Diri......................... 3
.....
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN......................................................... 6
..... A.    Pengkajian............................................................................................. 6      
..... B.     Diagnosa Keperawatan.......................................................................... 8
C.  Intervensi Keperawata…….................................................................. 11

BAB IV PENUTUP..................................................................................... 12
..... A.    Kesimpulan........................................................................................... 12
..... B.     Saran..................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 13



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.

         Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.

B.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana pentingnya dan peranan Personal Hygiene?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui tentang Personal Hygiene.
2.      Untuk mengetahui peranan dari Personal Hygiene.
3.      Untuk mengetahui pentingnya Personal Hygiene.











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis(Taarwoto dan Wartonah,2006).
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatan, klient dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri (Depkes 2000). Deficit keperawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri(mandi,berhias,makan,toileting) (Nurjanah,2004).
B. Macam-Macam Personal Hygiene
   1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telingga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan

C. Tujuan Personal Hygiene
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri
a). Tujuan perawatan personal hygiene adalah:
1.  Menghilangkan minyak yang menumpuk , keringat , sel-sel kulit yang mati dan bakteri
2.  Menghilangkan bau badan yang berlebihan
3.  Memelihara integritas permukaan kulit
4.  Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah
5.  Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien
6.  Memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit klien.
7.  Meningkatkan percaya diri seseorang
8.  Menciptakan keindahan
9.  Meningkatkan derajat kesehatan sesorang

b). Prinsip dalam melakukan perawatan personal hygiene adalah:
1.  Gunakan komunikasi terapeutik selama perawatan hygiene
2.  Selama dalam perawatan hygiene,Perawat dapat melakukan tindakan keperawatan yang lain, misalkan latihan gerak

D.    Faktor – faktor yang mempengaruhi kebersihan diri

1.      Body Image
Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Jika seorang klien rapi sekali maka perawat mempertimbaagkan rincian kerapian ketika merencanakan keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan tentang bagaimana memberikan peraatan hygienis. Karena citra tubuh klien dapat berubah akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene.

2.      Praktik social.
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi perawatan kebersihan.

3.       Status sosio-ekonomi
Sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Perawat hrus menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodorant, sampo, pasta gigi dan kometik. Perawat juga harus menentukan jika penggunaan produk-produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan oleh kelompok social klien.

4.      Pengetahuan
Pengtahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara perawatan-diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau kondisi mendorong klien untuk meningkatkan hygiene. Pembelajaran praktik tertentu yang diharapkan dan menguntungkan dalam mngurangi resiko kesehatan dapat memotifasi seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu.

5.      Variable kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa, bagaimanapun, hal ini biasa untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.

6.      Pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur, dan melakukan perawatan rambut . klien memilih produk yang berbeda (mis. Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut pilihan pribadi.

7.      Kondisi fisik.
Orang yang menderita penyakit tertentu (mis. Kanker tahap lanjut) atau menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk melakukan hygiene pribadi.

                  Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.

1. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.

     Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene
1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.

2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.



BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A.    Pengkajian
1.      Riwayat Keperawatan
a).  Pola kebersihan tubuh
b). Perlengkapan personal hygiene
c). Factor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
a). Rambut
1.      Keadaan kesuburan rambut
2.      Keadaan rambut yang mudah rontok
3.      Keadaan rambut yang kusam
4.      Keadaan tekstur
b). Kepala
1.      Botak atau alopesia
2.      Ketombe
3.      Berkutu
4.      Adakah eritema
5.      Kebersihan
c). Mata
1.      Apakah sclera ikterik
2.      Apakah konjungtiva pucat
3.      Kebersihan mata
4.      Apakah gatal atau merah
d). Hidung
1.      Adakah pilek
2.      Adakah alergi
3.      Adakah perdarahan
4.      Adakah perubahan penciuman
5.      Kebersihan hidung
6.      Keadaan membrane mukosa
7.      Adakah septum deviasi
e). Mulut
1.      Keadaan mukosa mulut
2.      Kelembapan
3.      Adanya lesi
4.      Kebersihan

f). Gigi
1.      Adakah karang gigi
2.      Adakah karies
3.      Kelengkapan gigi
4.      Pertumbuhan
5.      Kebersihan
g). Telinga
1.      Adakah kotoran
2.      Adakah lesi
3.      Bentuk telinga
4.      Adakah infeksi
h). Kulit
1.      Kebersihan
2.      Adakah lesi
3.      Keadaan turgor
4.      Warna kulit
5.      Suhu
6.      Tekstur
7.      Pertumbuhan bulu
i). Kuku tangan dan tangan
1.      Bentuk
2.      Warna
3.      Adanya lesi
4.      Pertumbuhan
j). Genetalia
1.      Kebersihan
2.      Pertumbuhan rambut pubis
3.      Keadaan kulit
4.      Keadaan lubang uretra
5.      Keadaan skrotum,testis pada pria
6.      Cairan yang dikeluarkan
k). Tubuh secara umum
1.      Kebersihan
2.      Normal
3.      Keadaan postur




B.     Diagnosa Keperawatan
1.      Gangguan integritas kulit
Definisi: keadaan dimana kulit seseorang tidak utuh.
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Bagian tubuh yang tertekan
b). Imobilitasi
c). Terpapar zat kimia

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Kerusakan jaringan kulit
b). Gangrene
c). Dekubitus
d). Kelemahan fisik

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada:
a). Stoke
b). Fraktur femur
c). Koma
d). Trauma medulla spinalis

Tujuan yang diharapkan
a). Pola kebersihan diri pasien normal
b). Keadaan kulit, rambut kepala bersih
c). Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri


2.      Gangguan membrane mukosa mulut
Definisi: kondisi dimana mukosa mulut pasien mengalami luka
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Trauma oral
b). Pembatasan intak cairan
c). Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Iritasi atau luka pada mukosa mulut
b). Peradangan atau infeksi
c). Kesulitan dalam makan dan menelan
d). Keadaan mulut yang kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
a). Stoke
b). Stomatitis
c). Koma

Tujuan yang diharapkan
a). Keadaan mukosa mulut,lidah dalam keadaan utuh, warna merah muda
b). Inflamasi tidak terjadi
c). Klient mengatakan rasa nyaman
d). Keadaan mulut bersih


3.      Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri
Definisi: kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya.
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Kelelahan fisik
b). Penurunan kesadaran

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Badan kotor dan berbau
b). Rambut kotor
c). Kuku panjang dan kotor
d). Bau mulut dan kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
a). Stroke
b). Fraktur
c). Koma

Tujuan yang diharapkan
a). Kebersihan diri sesuai pola
b). Keadaan badan,mulut,dan kuku bersih
c). Pasien merasa nyaman



C.    Intervensi Keperawatan
1.      Personal Hygiene Pasien
a). Kaji kembali pola kebutuhan personal hygiene pasien
b).Kaji keadaan luka pasien
c). Jaga kulit agar tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasient mandi.
d). Jaga kebersihan tempat tidur,selimut bersih, dan kencang
e). Lakukan perawatan luka dengan teknik steril sesuai program
f). Observasi tanda – tanda infeksi
g). Lakukan pijat pada kulit dan lakukan perubahan posisi setiap 2 jam

2.      Kebersihan mulut
a). Kaji kembali kebersihan mulut
b). Lakukan kebersihan mulut sesudah makan dan sebelum tidur
c). Gunakan sikat gigi yang lembut
d). Gunakan larutan garam atau baking soda dan kemudian bilas dengan air bersih
e). Lakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut
f). Laksanakan program terapi medis

3.      Keseluruhan
a). Kaji kembali pola kebersihan diri.
b). Bantu klient dalam kebersihan badan,mulut,rambut dan kuku
c). Lakukan pendidikan kesehatan:
1. Pentingnya kebersihan diri
2. Keadaan badan,mulut,rambut dan kuku bersih
3. Cara kebersihan





BAB IV
PENUTUP



A.     Kesimpulan
           Kebersihan dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Personal Hygiene yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

B.      Saran
            Makalah ini mebahas tentang Personal Hygiene yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, di harapkan setelah membaca makalah ini untuk dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan derajat kesehatan sesorang.











DAFTAR PUSTAKA
























KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia II



Oleh:
1.      VERA MUSTIKA
2.      RESNA AGUSTINA HERLINA
3.      SANTI HERMAWATI
4.      WITA FATIMAH
5.      RIZKI FAUZI
6.      TAUFAN IHSAN YANUAR
7.      RIYAN HENDRIYANA
8.      UKAR KAR’ANUDIN
KELAS I B

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS GALUH
CIAMIS
2012



 
 


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah “PERSONAL HYGIENE” .Salawat berserta salam kami sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,baik secara langsung maupun tidak langsung .
Kami juga menyadari bahwa tugas  makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi, maupun dari segi penulisan, untuk itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tugas makalah ini.






Ciamis, Maret 2012


Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
..... A.    Latar Belakang....................................................................................... 1
..... B.     Rumusan Masalah ................................................................................ 1
..... C. Tujuan.................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 2
..... A.    Pengertian.............................................................................................. 2
..... B.     Macam-Macam Personal Hygiene........................................................ 2
..... C.    Tujuan Personal Hygiene...................................................................... 2
..... D.     Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebersihan Diri......................... 3
.....
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN......................................................... 6
..... A.    Pengkajian............................................................................................. 6      
..... B.     Diagnosa Keperawatan.......................................................................... 8
C.  Intervensi Keperawata…….................................................................. 11

BAB IV PENUTUP..................................................................................... 12
..... A.    Kesimpulan........................................................................................... 12
..... B.     Saran..................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 13



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.

         Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.

B.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana pentingnya dan peranan Personal Hygiene?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui tentang Personal Hygiene.
2.      Untuk mengetahui peranan dari Personal Hygiene.
3.      Untuk mengetahui pentingnya Personal Hygiene.











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis(Taarwoto dan Wartonah,2006).
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatan, klient dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri (Depkes 2000). Deficit keperawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri(mandi,berhias,makan,toileting) (Nurjanah,2004).
B. Macam-Macam Personal Hygiene
   1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telingga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan

C. Tujuan Personal Hygiene
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri
a). Tujuan perawatan personal hygiene adalah:
1.  Menghilangkan minyak yang menumpuk , keringat , sel-sel kulit yang mati dan bakteri
2.  Menghilangkan bau badan yang berlebihan
3.  Memelihara integritas permukaan kulit
4.  Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah
5.  Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien
6.  Memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit klien.
7.  Meningkatkan percaya diri seseorang
8.  Menciptakan keindahan
9.  Meningkatkan derajat kesehatan sesorang

b). Prinsip dalam melakukan perawatan personal hygiene adalah:
1.  Gunakan komunikasi terapeutik selama perawatan hygiene
2.  Selama dalam perawatan hygiene,Perawat dapat melakukan tindakan keperawatan yang lain, misalkan latihan gerak

D.    Faktor – faktor yang mempengaruhi kebersihan diri

1.      Body Image
Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Jika seorang klien rapi sekali maka perawat mempertimbaagkan rincian kerapian ketika merencanakan keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan tentang bagaimana memberikan peraatan hygienis. Karena citra tubuh klien dapat berubah akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene.

2.      Praktik social.
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi perawatan kebersihan.

3.       Status sosio-ekonomi
Sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Perawat hrus menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodorant, sampo, pasta gigi dan kometik. Perawat juga harus menentukan jika penggunaan produk-produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan oleh kelompok social klien.

4.      Pengetahuan
Pengtahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara perawatan-diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau kondisi mendorong klien untuk meningkatkan hygiene. Pembelajaran praktik tertentu yang diharapkan dan menguntungkan dalam mngurangi resiko kesehatan dapat memotifasi seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu.

5.      Variable kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa, bagaimanapun, hal ini biasa untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.

6.      Pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur, dan melakukan perawatan rambut . klien memilih produk yang berbeda (mis. Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut pilihan pribadi.

7.      Kondisi fisik.
Orang yang menderita penyakit tertentu (mis. Kanker tahap lanjut) atau menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk melakukan hygiene pribadi.

                  Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.

1. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.

     Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene
1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.

2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.



BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A.    Pengkajian
1.      Riwayat Keperawatan
a).  Pola kebersihan tubuh
b). Perlengkapan personal hygiene
c). Factor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
a). Rambut
1.      Keadaan kesuburan rambut
2.      Keadaan rambut yang mudah rontok
3.      Keadaan rambut yang kusam
4.      Keadaan tekstur
b). Kepala
1.      Botak atau alopesia
2.      Ketombe
3.      Berkutu
4.      Adakah eritema
5.      Kebersihan
c). Mata
1.      Apakah sclera ikterik
2.      Apakah konjungtiva pucat
3.      Kebersihan mata
4.      Apakah gatal atau merah
d). Hidung
1.      Adakah pilek
2.      Adakah alergi
3.      Adakah perdarahan
4.      Adakah perubahan penciuman
5.      Kebersihan hidung
6.      Keadaan membrane mukosa
7.      Adakah septum deviasi
e). Mulut
1.      Keadaan mukosa mulut
2.      Kelembapan
3.      Adanya lesi
4.      Kebersihan

f). Gigi
1.      Adakah karang gigi
2.      Adakah karies
3.      Kelengkapan gigi
4.      Pertumbuhan
5.      Kebersihan
g). Telinga
1.      Adakah kotoran
2.      Adakah lesi
3.      Bentuk telinga
4.      Adakah infeksi
h). Kulit
1.      Kebersihan
2.      Adakah lesi
3.      Keadaan turgor
4.      Warna kulit
5.      Suhu
6.      Tekstur
7.      Pertumbuhan bulu
i). Kuku tangan dan tangan
1.      Bentuk
2.      Warna
3.      Adanya lesi
4.      Pertumbuhan
j). Genetalia
1.      Kebersihan
2.      Pertumbuhan rambut pubis
3.      Keadaan kulit
4.      Keadaan lubang uretra
5.      Keadaan skrotum,testis pada pria
6.      Cairan yang dikeluarkan
k). Tubuh secara umum
1.      Kebersihan
2.      Normal
3.      Keadaan postur




B.     Diagnosa Keperawatan
1.      Gangguan integritas kulit
Definisi: keadaan dimana kulit seseorang tidak utuh.
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Bagian tubuh yang tertekan
b). Imobilitasi
c). Terpapar zat kimia

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Kerusakan jaringan kulit
b). Gangrene
c). Dekubitus
d). Kelemahan fisik

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada:
a). Stoke
b). Fraktur femur
c). Koma
d). Trauma medulla spinalis

Tujuan yang diharapkan
a). Pola kebersihan diri pasien normal
b). Keadaan kulit, rambut kepala bersih
c). Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri


2.      Gangguan membrane mukosa mulut
Definisi: kondisi dimana mukosa mulut pasien mengalami luka
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Trauma oral
b). Pembatasan intak cairan
c). Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Iritasi atau luka pada mukosa mulut
b). Peradangan atau infeksi
c). Kesulitan dalam makan dan menelan
d). Keadaan mulut yang kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
a). Stoke
b). Stomatitis
c). Koma

Tujuan yang diharapkan
a). Keadaan mukosa mulut,lidah dalam keadaan utuh, warna merah muda
b). Inflamasi tidak terjadi
c). Klient mengatakan rasa nyaman
d). Keadaan mulut bersih


3.      Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri
Definisi: kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya.
Kemungkinan berhubungan dengan:
a). Kelelahan fisik
b). Penurunan kesadaran

Kemungkinan data yang ditemukan
a). Badan kotor dan berbau
b). Rambut kotor
c). Kuku panjang dan kotor
d). Bau mulut dan kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
a). Stroke
b). Fraktur
c). Koma

Tujuan yang diharapkan
a). Kebersihan diri sesuai pola
b). Keadaan badan,mulut,dan kuku bersih
c). Pasien merasa nyaman



C.    Intervensi Keperawatan
1.      Personal Hygiene Pasien
a). Kaji kembali pola kebutuhan personal hygiene pasien
b).Kaji keadaan luka pasien
c). Jaga kulit agar tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasient mandi.
d). Jaga kebersihan tempat tidur,selimut bersih, dan kencang
e). Lakukan perawatan luka dengan teknik steril sesuai program
f). Observasi tanda – tanda infeksi
g). Lakukan pijat pada kulit dan lakukan perubahan posisi setiap 2 jam

2.      Kebersihan mulut
a). Kaji kembali kebersihan mulut
b). Lakukan kebersihan mulut sesudah makan dan sebelum tidur
c). Gunakan sikat gigi yang lembut
d). Gunakan larutan garam atau baking soda dan kemudian bilas dengan air bersih
e). Lakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut
f). Laksanakan program terapi medis

3.      Keseluruhan
a). Kaji kembali pola kebersihan diri.
b). Bantu klient dalam kebersihan badan,mulut,rambut dan kuku
c). Lakukan pendidikan kesehatan:
1. Pentingnya kebersihan diri
2. Keadaan badan,mulut,rambut dan kuku bersih
3. Cara kebersihan





BAB IV
PENUTUP



A.     Kesimpulan
           Kebersihan dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Personal Hygiene yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

B.      Saran
            Makalah ini mebahas tentang Personal Hygiene yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, di harapkan setelah membaca makalah ini untuk dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan derajat kesehatan sesorang.











DAFTAR PUSTAKA
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar